Hubungi Kami

Rabu, 22 Juni 2016

Manfaat Buah naga dan cara budidaya

Buah naga, manfaat dan cara budidaya

Dragon fruit
Buah Naga
Buah naga merupakan salah satu tanaman yang merupakan anggota dari keluarga kaktus. Tanaman ini awalnya berasal dari meksiko, amerika tengah dan amerika selatan.

Di indonesia tanaman buah naga ini populer sejak tahun 2000. Buah naga yang masuk ke indonesia umumnya berasal dari thailand yang kemudian banyak dibudidayakan oleh pehobi tanaman.
Jenis-jenis buah naga yang populer saat ini antara lain :
  • Buah naga dengan warna kulit merah, daging buah putih hylocereusundatus
  • Buah naga berkulit warna merah dan daging merah hylocereus polyrhisus
  • Buah naga berkulit merah dan warna daging merah keunguan hylocereus costaricensis
  • Buah naga berkulit kuning, daging buah putih hylocereus megelanthus


Budidaya tanaman ini cukup mudah diusahakan di Indonesia karena Kondisi iklim dan alam di indonesia yang sangat mendukung dan cocok bagi budidaya buah naga. Untuk tumbuh optimal tanaman ini cocok ditanam didataran dengan ketinggian 0-350 meter dpl dimana curah hujan sekitar 720 mm per tahun. Tanaman ini akan tumbuh optimal dengan suhu udara berkisar 26-36 derajat celcius.

Memilih bibit buah naga

dragon fruit treeUntuk memperbanyak tanaman buah naga dapat dilakukan dengan cara generatif maupun vegetatif. Perbanyakan dengan cara generatif yaitu memperbanyak tanaman melalui biji. Cara perbanyakan ini tergolong sedikit sulit dan ada kalanya buah yang dihasilkan tidak mewarisi sifat tanaman induknya. 
Cara perbanyakan dengan teknik vegetatif lebih banyak digunakan karena teknik ini lebih mudah untuk dilakukan.

Dengan teknik perbanyakan ini tanaman lebih cepat dalam menghasilkan buah. Tanaman muda umumnya juga mewarisi sifat-sifat dari tanaman induknya. Berikut adalah langkah-langkah yang diperlukan dalam memperbanyak buah naga dengan cara stek :

Bibit untuk stek dipilih dari tanaman yang pernah berbuah 3-4 kali sebelumnya. Hal ini bertujuan agar ita dapat mengetahui sifat tanaman dan buah yang dihasilkan. Sehingga nantinya diharapkan sifat dari tanaman induk ini juga akan diwarisi tanaman muda yang kita tanam.

Batang untuk stek tanaman dipilih dengan ukuran minimal 8 cm, dengan batang yang keras, tua, berwarna hijau kelabu dan sehat. Ukuran batang yang lebih besar akan semakin baik karena batang ini akan menjadi batang utama pada tanaman buah naga yang kita tanam.

Batang yang akan dijadikan bibit dipotong dengan panjang sekitar 80-120 cm. Selanjutnya batang calon bibit dipotong-potong dengan ukuran 20-30 cm. Bagian ujung dari batang yang akan dijadikan bibit dipotong rata. Sementara pangkal bawah dari bibit yang akan ditancapkan ke tanah dipotong agak meruncing.

Batang yang telah dipotong-potong tersebut dibiarkan hingga getahnya mengering. Pengeringan ini bertujuan untuk menghindarkan munculnya busuk batang pada bibit tanaman. Fungisida dapat diberikan untuk mencegah terjadinya jamur batang, pemberian fungisida dilakukan dengan mencelupkan potongan bibit kedalam larutan fungisida.

Stek yang telah dipersiapkan ditanam pada dalam polybag ataupun bedengan. Jenis media tanam untuk kebutuhan berbagai jenis dapat anda lihat pada artikel cara membuat media tanam. Selanjutnya bedengan disiram untuk melembabkannya, bagian runcing dari stek ditancapkan ke media tanam.

 Pemeliharaan bibit tanaman buah naga membutuhkan waktu hingga 3 bulan, pada umur ini umumnya tanaman telah mencapai tinggi 50-80 cm. Selama pemeliharaan bibit buah naga perlu diberikan naungan untuk mencegah penguapan dari bibit. Penyiraman dilakukan sebanyak 2-3 kali setiap hari. Pada minggu ketiga setelah penanaman bibit, naungan dapat dibuka agar tanaman memperoleh sinar matahari yang cukup.
Dragon Pitaya

Persiapan budidaya buah naga

A. Pembuatan tiang panjat
Untuk mendukung batang tanaman yang ditanam dibutuhkan adanya tiang penopang. Tiang penopang dapat dibuat dengan ukuran 10-15 cm berbentuk segi empat ataupun silinder. Tinggi tiang panjat sekitar 2,5 meter. Agar tiang panjat  kokoh maka tiang harus ditancapkan pada tanah sedalam 50 cm. Jarak antar tiang penopang sebaiknya berjarak 3 meter, sehingga nantinya tanaman tidak akan terlalu padat dan untuk memungkinkan tanaman memperoleh sinar matahari yang cukup.

B. Pengolahan tanah
Setelah pembuatan tiang panjat selesai proses selanjutnya adalah pembuatan lubang tanam dengan ukuran 60×60 cm sedalam 25 cm. Untuk meningkatkan porositas tanah dapat dengan mencampur 10 kg pasir pada tanah bekas galian dan dicampurkan pupuk kompos sebanyak 10-20 kg.
Untuk memasok kalsium yang dibutuhkan tanaman dapat diberikan dolomit atau kapur pertanian sebanyak 300 gram. Semua bahan diaduk hingga merata. Selanjutnya media penanaman disiram hingga menggenang. Pada hari 3 hari pupuk tanaman dapat diberikan sebanyak 25 gram.

C. Penanaman bibit buah naga
Untuk tiap tiang panjat dibutuhkan 4 bibit buah naga. Bibit ditanam dengan mengitari tiang panjat, jarak tanam antar tiang sekitar 10 cm. Setelah bibit ditanam, batang dari bibit harus diikat pada tiang panjat agar tanaman tumbuh dengan tegak. Batang jangan diikat terlalu kuat agar batang tanaman tidak luka.

Pemupukan dan perawatan tanaman buah naga
A. Pemupukan
Pupuk dengan unsur nitrogen mutlak untuk diberikan pada masa awal pertumbuhan tanaman sedangkan pada saat tanaman memasuki fase berbunga atau berbuah, pupuk yang diberikan adalah pupuk dengan kandungan fosfor (p) dan kalium (k). Pemberian pupuk urea tidak dianjurkan untuk tanaman buah naga, pemberian pupuk ini mengakibatkan busuk batang. Pemberian pupuk kompos diberikan setiap 3 bulan sekali sebanyak 5-10 kg per tanaman. Pemberian pupuk organik cair dan hormon perangsang tanaman dapat diberikan untuk memaksimalkan hasil.
B. Penyiraman
Penyiraman tanaman dilakukan dengan mengalirkan air pada saluran drainase. Sistem irigasi tetes dapat juga diterapkan terutama pada daerah dengan sumber air terbatas, sistem ini lebih hemat air dan tenaga kerja namun pada awal instalasi akan membutuhkan investasi yang cukup besar.
Penyiraman tanaman dilakukan sebanyak 3 kali sehari pada musim kering atau disesuaikan dengan kondisi tanah dan cuaca. Penyiraman tanaman dihentikan pada saat tanaman memasuki fase berbunga dan berbuah yang bertujuan menekan tumbuhnya tunas baru pada tanaman.
C. Pemangkasan
Pada pembudidayaan buah naga ada 3 tipe pemangkasan yang mana masing-masing pemangkasan memiliki tujuan dan fungsi yang berbeda :
  • Pemangkasan untuk membentuk pokok tanaman  bertujuan untuk memperoleh batang pokok yang panjang, kokoh dan besar. Pemangkasan dilakukan dengan memotong tunas muda yang tumbuh pada batang utama tanaman.
  • Pemangkasan untuk membentuk cabang produksi, pemangkasan dilakukan dengan hanya meninggalkan 3-4 tunas untuk ditumbuhkan. Tunas yang akan menjadi batang produksi ini akan tumbuh menjuntai ke bawah dan menghasilkan buah. Tunas yang ditumbuhkan sebaiknya berada 30 cm dari ujung atas tanaman.
  • Pemangkasan peremajaan dilakukan dengan memotong cabang produksi yang tidak lagi produktif. Cabang ini biasanya telah berbuah debanyak 3-4 kali. Cabang yang dipotong ini selanjutnya dapat dijadikan bibit. Pemangkasan tanaman ini juga bertujuan untuk mengurangi kerimbunan tanaman.



Pemanenan

Tanaman buah naga merupakan tanaman dengan umur yang  panjang. Siklus produktif buah dapat mencapai 15-20 tahun. Tanaman ini mulai mulai menghasilkan buah untuk pertama kali saat memasuki usia bulan ke 10 hingga 12 terhitung sejak penanaman.

Ciri buah yang siap untuk dipanen memiliki warna kulit merah mengkilap. Jumbanya berwarna kemerahan dengan warna hijau yang mulai berkurang. Ukuran buah membulat dan memiliki berat sekitar 400-600 gram.

Kamis, 03 Maret 2016

Jintan

Dalam dunia kesehatan herbal, jinten sering dimanfaatkan sebagai obat untuk meredakan nyeri dan menghangatkan badan. Jika Anda merupakan salah satu penggemar citarasa dan aroma jinten yang khas, tidak ada salahnya belajar bagaimana menanam jinten sendiri di rumah.



Pengolahan tanah

Sebelum di tanami ,sebaiknya tanah diolah secara sempurna. Tanah bagian atas dicangkul hinga kedalaman 20-30cm dan dibalikkan hingga bagian bawah berada di permukaan. Setelah itu diamkan tanah selama seminggu agar proses aerasi berjalan dengan baik Setelah dibiarkan selama seminggu,tanah diberi pupuk organik(berupa kotoran ayam atau kambing) sebanyak 6-8 ton/ha.
Tahap selanjutnya membuat bedengan yang disesuaikan kontur tanah agar tak terjadi penggenangan air. Dianjurkan lebar 1-1,5 m,tinggi 25-30cm dan panjang disesuaikan kontur tanah. Jarak ideal antar bedengan 25-30 cm.

Pembibitan

Perbanyakan dilakukan melalui Biji. Biji dikeringkan sealma beberapa hari, lalu direndam selama
dua jam untuk mempercepat masa dormansi. Setelah itu biji ditaburkan ke bedeng persemaian. Biji sebaiknya di sebar tidak terlalu rapat agar dapat tumbuah dengan baik. Umumnya setelah 10-14 hari, biji Jintan sudah menjadi bibit yang siap dipindahkan ke polibag. Media tanam merupakan campuran tanah dengan pupuk kandang dengan perbandingan 4:1 atau 4:2. Bibit sudah siap ditanam jika sudah berumur 3-4 minggu dengan tinggi 8-10 cm,dan akarnya relatif lebih banyak

Penanaman

Bibit di polibag yang sudah siap dipindah tanamkan, sebaiknya segera di pindahkan ke lahan yang telah diolah.Pindahkan tanaman secara hati-hati, bial ada akar yang patah atau rusak,akan sulit disembuhkan.Pindahkan bibit dari polibag ke lahan dengan jarak tanam 20x20cm.

Beri pupuk cair organik (kandang atau kompos) setiap minggu.

Jenis-Jenis Sansevieria

Jenis sansevieria :

1. Sansevieria Cylindrica Bojer

Memiliki daun berbentuk selinder, tegak panjang dan tajam ujung puncak daun dalam ukuran dua hingga tiga sentimeter lebar. Daunnya berwarna hijau tua berbelang-belang kelabu. Spesies ini seakan-akan pokok sekulen kerana daunnya turut menyimpan sedikit air walaupun keras. Bunganya tidak indah dipandang, terserlah dalam kuntuman kecil dan berjambak. Tangkai bunganya keluar secara memanjang dari celahan daun tengahnya.

2. Sansevieria Hahnii

Adalah spesies paling diminati karena bentuknya yang padat dan rendah dengan ukuran panjang daunnya sehingga enam sentimeter. Sesuai ditanam dalam pasu kecil dan kebanyakannya digunakan untuk menyerikan dekorasi taman batu.

3. Sansevieria trifasciata

Jenis ini yang sering disebut sebagai tanaman ular. Ujung daun meruncing, tapi tidak berduri. Pada malam hari biasanya mengeluarkan aroma harum. Daunnya yang masih muda tumbuh tepat di tengah-tengah roset yang berdiri lempang ke atas. Awalnya, pertumbuhan tampak seperti lidi.

 Jenis trifasciata yang telah disilang menghasilkan varietas baru, antara lain:

~ Sansevieria Trifasciata Golden Hahnii

Penampilan fisiknya hampir sama dengan hahnii. Bedanya ada pada warna daun yang hijau muda dengan kombinasi warna kuning emas, dan berbentuk pita pada bagian tepi daun.

~ Sansevieria Trifasciata Lorentii

Daunnya rata dan tumbuh tegak dengan tinggi 40 cm-100 cm. Pinggir daun berwarna kuning dan tampak tegas, sedang di bagian tengahnya ada warna kuning yang menyebar tidak beraturan. Jumlah daunnya bisa mencapai lebih dari 10 helai dan pertumbuhannya paling cepat dibandingkan jenis lainnya.

~ Sansevieria Trifasciata Bantel’s Sensation atau White Sansevieria

Daunnya tumbuh merapat dan tegak lurus. Antarhelai daun saling bertumpuk simetris dengan warna dasar putih, bercorak hijau, dan tepi daun warna hijaunya lebih tegas. Pertumbuhannya paling lambat dibandingkan dengan jenis lain.

~ Sansevieria Trifasciata Futura

Ciri-cirinya mirip dengan lorentii, tapi daunnya lebih lebar dan lebih pendek. Corak dan warna daunnya juga lebih jelas. Selain itu, bentuknya menyerupai kelopak bunga mawar.

4. Sansevieria trifasciata Prain

Adalah spesies yang mempunyai daun panjang yang tajam, tebal dan keras. Warnanya kelabu berbelang-belang hijau tua. Pertumbuhan yang subur akan menyerlahkan bentuk daunnya yang berpintal-pintal.

5. Sansevieria liberica

Boleh dibilang, jenis ini memiliki daun yang paling besar dan panjang. Tumbuh kokoh ke atas dan agak tebal. Jika diperhatikan warna daunnya, tampak kombinasi hijau-putih, namun warna putih lebih menonjol.

7. Sansevieria cylindrica

Sesuai dengan namanya, ia memiliki daun yang tumbuh memanjang ke atas dan berbentuk silinder. Daunnya kaku dan sangat tebal dengan warna hijau tua dengan alur-alur hitam keabu-abuan bercampur hijau muda.


Sansivera, Penyerap Bau Nan Cantik

Sansivera

 Sansivera

Tumbuhan Sansivera atau lebih dikenal dengan nama Lidah Mertua ini tidak hanya menebar pesona karena keindahanya tapi juga memiliki daya tarik yang luar biasa karena manfaatnya.

Manfaat yang bisa didapat dari tanaman ini adalah kemampuan Sansivera dalam menyerap dan mengolah polutan menjadi asam organik dan beberapa senyawa asam amino. Tanaman anti polutan (airfreshener) ini sangat cocok dipelihara dalam ruangan baik rumah maupun kantor, karena mampu menyerap asap rokok dan menghilangkan bau tak sedap. Untuk menghilangkan bau yang tak sedap dalam ruangan seluas 100 meter persegi cukup dengan 4-5 helai daun Sansivera dewasa.

Satu helai daun Sansivera mampu menyerap formaldehid sebanyak, 0,938 Mg per jam, bahkan hasil penelitian Badan Antariksa Amerikan Serikat (NASA) menyatakan, Sansivera mampu menyerap 107 jenis unsur yang berbahaya di udara serta mampu menyerap radiasi berbagai barang elektronik seperti komputer, televisi, telepon dan lainya.


Selain memiliki manfaat sebagai airfreshner, Sansivera juga dapat digunakan sebagai obat, misalnya Sansivera jenis Trifasciata Lorenti. Jenis ini diketahui mampu mencegah diabetes dan ambein.


Baca Juga : Jenis-jenis Sansivera

Selasa, 01 Maret 2016

Daun Insulin


Diabetes merupakan salah satu penyakit yang tidak dapat disembuhkan, seseorang yang mengidap diabetes akan terus menerus dihantui oleh kadar gula darah mereka yang harus selalu dikontrol dalam keadaan normal, tidak boleh berlebih maupun kekurangan gula darah.


Salah satu tanaman herbal yang sudah dibudidayakan di Indonesia yakni daun insulin telah dipercaya menjadi solusi untuk dapat mengontrol kadar gula darah dalam tubuh. berbagai penelitian dan konsumsi oleh pasien telah membuktikan hal tersebut


Daun Insulin yang memiliki nama lain yaitu daun “Yakon” merupakan herbal yang telah membantu banyak orang dalam pengobatan penyakit diabetes secara alami. daun yakon ini akan membantu tubuh mengontrol kadar gula dalam darah dengan meningkatkan produksi insulin dalam tubuh kita.

Manfaat Daun Insulin Kering antara lain :
1. Penggempur diabetes
2. Menurunkan kadar gula
3. Menyehatkan tubuh
4. Anti Murodial untuk ginjal dan infeksi kantung kemih
5. Anti oksidan
6. Penguat hati

Cara Memperbanyak Tanaman

Beberapa Cara Perbanyakan Tanaman Secara Vegetatif  Berikut Seperti :

1. Stek

Stek atau cutting Merupakan salah satu teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif yang dapat dilakukan menggunakan organ akar, batang, maupun daun tanaman. Tanaman yang distek, salah satu organ tanamannya dipotong dan bisa langsung ditanam pada media penanaman Teknik stek banyak dilakukan untuk memperbanyak tanaman hias dan buah, seperti anggur (Vitis vinivera), markisa (Passiflora edulis), sukun (Artocarpus communis), jeruk nipis (Citrus aurantifolia), apel (Malus sylvestris), lada (Piper nigrum), dan vanili (Vanila planifolia).


2. Cangkok

Cangkok Teknik cangkok (marcottage atau air layerage) banyak dilakukan untuk memperbanyak
tanaman hias atau tanaman buah yang sulit diperbanyak dengan cara lain, seperti stek, biji, atau sambung. Tanaman yang biasa dicangkok umumnya memiliki kambium atau zat hijau daun, seperti mangga (Mangifera indica),  sukun (Artocarpus communis), jeruk nipis (Citrus aurantifolia), alpukat (Persea americana), dan lain-lain. Tanaman lain yang tidak berkambium dan bisa diperbanyak dengan sistem cangkok adalah salak dan jenis-jenis bambu.

3). Penyusuan

Penyusuan (approach grafting) merupakan cara penyambungan di mana batang bawah dan batang atas masing-masing tanaman masih berhubungan dengan perakarannya. Keuntungannya tingkat keberhasilan tinggi, tetapi pengerjaannya agak merepotkan, karena batang bawah harus selalu didekatkan kepada cabang pohon induk yang kebanyakan berbatang tinggi. Kerugiannya penyusuan hanya dapat dilakukan dalam jumlah terbatas, tidak sebanyak sambungan atau menempel dan akibat dari penyusuan bisa merusak tajuk pohon induk. Oleh karena itu penyusuan hanya dianjurkan terutama untuk perbanyakan tanaman yang sulit dengan cara sambungan dan okulasi, misalnya alpukat (Persea americana), belimbing (Averrhoa carambola), durian (Durio zibethinus).

4). Okulasi

Okulasi atau budding adalah teknik memperbanyak tanaman secara vegetatif dengan cara
menggabungkan dua tanaman atau lebih. Penggabungan dilakukan dengan cara mengambil mata tunas dari cabang pohon induk, lalu dimasukkan atau ditempelkan di bagian batang bawah yang sebagian kulitnya telah dikelupas membentuk huruf T tegak, T terbalik, H, U tegak, atau U terbalik. Tempelan kedua tanaman tersebut diikat selama beberapa waktu sampai kedua bagian tanaman bergabung menjadi satu tanaman baru. Penyatuan kedua tanaman ini terjadi setelah tumbuh kalus dari kedua tanaman tersebut. Akibat pertumbuhan kalus ini akan terjadi perekatan atau penyambungan yang kuat. Contoh tanaman yang dapat diperbanyak dengan teknik okulasi yaitu : mangga (Mangifera indica), rambutan (Nephelium lappaceum), sirsak (Annona muricata), alpukat (Persea americana), dan jeruk (Citrus sp.).

5). Sambung

Teknik sambung merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman secara vegetatif yang banyak dilakukan oleh para petani dan penangkar bibit buah-buahan. Teknik sambung dilakukan dengan menyambungkan atau menyisipkan batang atas ke batang bawah. Batang bawah yang digunakan bisa berasal dari biji, stek, bahkan tanaman yang sudah tua untuk diremajakan atau diganti dengan varietas baru. Contoh tanaman yang dapat diperbanyak dengan teknik okulasi yaitu : mangga (Mangifera indica), manggis (Garcinia mangostana), sirsak (Annona muricata), alpukat (Persea americana), dan jeruk (Citrus sp.)

MEMBUAT TANAMAN BERBUAH DI LUAR MUSIM

Teknologi pada buah-buahan kini semakin berkembang. Hal ini tentu disebabkan oleh beberapa sebab antara lain harga komoditas buah-buahan yang lebih mahal pada saat tidak musimnya. Selain itu kebutuhan akan buah-buahan itu terus diperlukan sepanjang tahun dan tidak mengenal musim. Beberapa jenis buah-buahan musiman antara lain mangga, jeruk , kelengkeng,durian dan lain-lain. Harga buah-buahan tersebut pada saat musim sangat jatuh bahkan tidak ada harganya sehingga membuatnya berbuah sepanjang tahun adalah pilihan yang masuk akal.

Teknik  Konvensional Tanaman Berbuah Sepanjang Musim

Untuk membuat tanaman buah bisa berbuah sepanjang tahun, ada beberapa metode tradisional yang sudah dilakukan semenjak jaman dahulu, antara lain:

1. Teknik  Kerat

Ini dilakukan dengan mengerat pembuluh floem (kulit pohon) melingkar sepanjang ling­karan pohon sampai kelihatan pembuluh xylem (kayu pohon).

2. Teknik  Pruning

Cara Pruning dilakukan dengan memangkas daun, cabang dan ranting, hingga pohon gundul atau tersisa sedikit daun.

3. Membuat  Pelukaan :

Teknik Pelukaan dilakukan  dengan melukai pembuluh floem dengan benda tajam. Bentuknya bisa dengan mengerok, mencacah, mema­ku atau mengiris kulit kayu.

4. Pengikatan

Mengikat erat pohon de­ngan kawat hingga transpor hasil foto­­sintesa pembuluh floem terhambat.

5. Stressing air

Cara ini dilakukan dengan tidak menyiram ta­naman hingga mencapai titik layu permanen, kemudian dengan tiba-tiba melakukan penggenangan per­akaran dan pangkal batang hingga jenuh air dalam waktu tertentu.

Cara Modern Tanaman Berbuah Sepanjang Musim

Cara-cara pembuahan tanaman tidak pada musimnya tersebut pada dasarnya adalah meru­bah
perbandingan unsur carbon (C) dan nitrogen (N) -C/N ratio )dalam tubuh tanaman.  Namun cara tradisional ini mem­punyai kelemahan yaitu tidak  terukur.

Apabila  aplikasinya kebetulan pas, akan  berhasil tapi kalau tidak pas maka akan  ga­gal. Dalam budidaya tanaman buah secara konvensional ter­sebut sebenarnya  tidak dire­komen­­­dasikan, karena selain tidak bisa mem­berikan kepastian, juga dapat meng­akibatkan kerusakan pohon se­ca­ra fisik dan fisiologis.

Cara lebih modern membuat tanaman berbuah sepanjang tahun atau tidak pada musimnya adalah memberikan zat pengatur tumbuh (ZPT) atau Agro-chemical yang mengubah perbandingan kandungan C dan N seperti di atas.

Teknik agro-chemical ini akan merubah fisiologis tanaman dengan cara meng­hambat fase pertum­buhan vegetatif de­ngan peran hormon atau senyawa kimia tertentu, agar muncul fase generatif -bunga dan buah.

Syarat Agar Tanaman bisa dibuahkan di luar musim :

  • 1. Tanaman sehat, dengan ditandai percabangan merata, daun berwarna hijau tua mengkilat dan tidak sedang terserang hama atau penyakit.
  • 2. Tanaman sudah cukup umur atau sudah pernah berbunga. Pem­bu­ngaan di bawah umur dapat meng­akibatkan terganggunya pertum­buhan vegetatif tanaman yang meng­akibatkan postur tanaman menjadi kerdil dan tidak sehat.
  • 3. Lebih utama tanaman tidak dalam fase akselerasi pertumbuhan vege­tatif yang ditandai dengan tidak adanya: pertumbuhan tunas tanaman dan daun baru (pupus).


Bagaimana Aplikasi ZPT Agar Tanaman Berbuah Sepanjang Musim


Di pasaran ada berbagai jenis zat pengatur tumbuh antara lain : NAA (Naphthyl Acetic Acid/Asam Naftali Asetat), Auxin, Gibberelin, Pak­lo­butrazol dan Po­tasium Klorat (KClO3). Zat pengatur tumbuh tersebut memiliki fungsi untuk men­dorong pembungaan serem­pak pada tanaman.
Aplikasi dari zat pengatur tumbuh tersebut pada tanaman buah adalah dengan menyemprotkannya pada seluruh bagian tanaman, terutama  pada stomata daun. Konsentrasi penyemprotan zat pengatur tumbuh adalah 5-10 ppm.

Perawatan Tanaman Buah Setelah Aplikasi Pengatur Tumbuh

Untuk hasil maksimal dan menghindari kerusakan tanaman buah pasca aplikasi pengatur tumbuh, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu:

1. Tanaman harus tercukupi air

Air diperlukan untuk tranpor nutrisi (hara) dari akar hingga proses fotosistesis yang berlangsung lebih cepat dengan kuantitas lebih banyak dari biasanya, mengingat hasil fotosintesis berupa pati dan fruktosa diproduksi dalam jumlah besar untuk pengisian buah.

2. Pemupukan bunga-buah yang tepat (waktu, komposisi & dosis)

Pupuk kompos dan pupuk anorganik dengan komposisi Nitrogen rendah dan Fosfor-Kalium tinggi (misal NPK 10-30-30) diper­lukan untuk mendukung pem­ben­tukan bunga-buah.

3.Sanitasi lingkungan dan Pengendalian hama  penyakit yang baik

Sanitasi dilakukan de­ngan cara membersihkan gulma total yang berada di bawah tajuk tanaman, sedang gulma/rumput di luar tajuk cukup dibabat 2-3 cm agar tidak menjadi sarang hama dan penyakit. Hama yang dapat menggagalkan pembentukan bunga-buah adalah kutu putih yang hidup sebagai parasit pada pupus dan daun muda, ulat hijau kecil penggerek pupus dan lalat buah yang bertelur pada bakal buah.

Itulah beberapa langkah agar tanaman buah bisa berbuah di luar musim. Namun yang terpenting adalah bagaimana menjaga tanaman tetap sehat dan prima dengan memenuhi prasyarat-prasyarat tersebut. Karena pada saat tanaman berbuah di luar musim metabolisme dalam tubuh tanaman akan berubah dengan cepat dari vegetatif ke generatif.

MENANAM TANAMAN ORGANIK DI PEKARANGAN


Sudah menjadi pengetahuan umum jika sayur-sayuran, buah dan aneka bahan makanan yang kita konsumsi tidak selamanya sehat. Salah satunya adalah residu zat-zat kimia dari pestisida yang ada dalam bahan makanan tersebut. Seperti diketahui pertanian kita mengandalkan pengunaan pupuk kimia dan pestisida berbahaya jika dikonsumsi dalam jangka panjang.



Kita bisa memulai menanam tanaman organik di pekarangan rumah. Kenapa menanam tanaman organik lebih mudah dilakukan di rumah? Karena jumlah yang kecil kita bisa lebih mudah mengontrol untuk tidak menggunakan bahan-bahan kimia. Ketergantungan pada penggunaan pupuk dan obat-obatan kimia yang semakin mahal harganya menjadikan biaya produksi petani kian meningkat.

Awalnya memang menggembirakan. Penggunaan pupuk dan obat-obatan kimia menjadikan hasil panen petani berlipat ganda. Segalanya menjadi serba mudah untuk menyiasati kondisi alam yang tidak bersahabat dengan bantuan zat kimia tesebut.

Tanamansayuran semusim (sekali tanam untuk sekali panen), seperti bayam, sawi, daun bawang, dan
sebagainya, sangat mudah ditanam di rumah.Anda tidak perlu menyiapkan pot, cukup menggunakan polybag (kantung plastik hitam). Gunakan media alami kaya hara, seperti pupuk hijau dan atau kompos, sehingga tanaman hanya tinggal disiram.

Anda juga bisa menanam daun katuk, tauge, dan sebagainya. Cara lain, pergilah ke pasar tradisional dan cari sayur-sayuran yang tidak terlalu popular, karena biasanya sayuran tersebut ditanam dalam skala kecil dan tidak perlu menggunakan pestisida.


Untuk buah-buahan , Anda juga bisa menanamnya jika punya lahan yang cukup luas, seperti mangga, jambu air, rambutan, alpukat, dan sebagainya.Buah  lokal yang dibawa oleh tukang buah keliling, seperti pepaya, pisang, rambutan, atau jambu yang biasanya diambil dari kebun si abang buah sendiri, juga bisa jadi pilihan.

Perkembangan Seni Bonsai

Perkembangan Seni Bonsai


Sesuai dengan perkembangan seni bonsai yang selalu mengikuti peradaban dan jiwa seni pembuat bonsai, maka belakangan ini sudah berkembang model bonsai dengan sebutan yang beragam. Perkembangan ini masih akan terus terjadi seiring dengan ide dan seni pembuat bonsai. Model bonsai yang demikian biasanya disebut bonsai model bebas yang tetap tidak mengesampingkan segi keindahannya. Berbagai gaya atau model dari bonsai dapat dilihat pada pameran atau penjual bonsai. 

Gaya tanaman Bonsai

Adapun gaya-gaya lain dari bonsai yang merupakan perkembangan dari gaya dasar yaitu sebagai berikut :

1. Sapu terbalik/ hokidachi/ broom

Sama seperti namanya, bonsai gaya ini berbentuk sapu terbalik. Adapun ciri dari bonsai gaya sapu terbalik yaitu:
  • Batang berdiri tegak dan cabang tumbuh ke segala arah, baik kanan, kiri, muka, belakang ataupun ke arah atas
  • Berbeda dengan gaya-gaya dasar, cabang-cabang ataupun ranting dari bonsai gaya ini boleh saling bersilangan
  • Terdapat dua variasi dari bonsai gaya sapu terbalik yaitu:
  • Cabang tumbuh pada ketinggian yang hampir sama
  • Batang tumbuh tegak lurus dan cabang-cabang tumbuh dari bawah ke atas, ke segala arah


2. Tertiup angin/ fukinagashi/ windswept


  • Bonsai gaya ini menggambarkan sebuah pohon di tempat terbuka baik di tepi pantai atau di puncak gunung yang tertiup angin. Ciri dari bonsai gaya tertiup angin yaitu:
  • Tumbuhnya miring
  • Semua dahannya hanya terdapat pada satu sisi batangnya, seakan-akan akibat tiupan angin yang terus-menerus dari satu jurusan saja
  • Terdapat dua variasi dari gaya ini yaitu:
  • Tertiup angin dalam waktu sementara. Pada variasi gaya ini hanya cabang-cabang yang terpengaruh
  • Tertiup angin terus-menerus dari satu jurusan dalam waktu yang lama. Pada variasi gaya ini selain cabang-cabang, batang juga ikut terbengkok


3. Terpelintir/ nejikan/ twisted


  • Pohon dapat tumbuh terpelintir karena satu dan lain hal seperti tiupan angin yang berputar atau berganti-ganti arah pohon. Terkadang kita dapat menemukan pohon bonsai dari tanaman di alam bebas yang secara alami batangnya sudah terpelintir sehingga kita hanya perlu mengatur cabang-cabang dan ranting sesuai kriteria. Tetapi hal ini ini jarang ditemukan.


4. Tumbuh di atas batu/ ishizuki/ rock planting


Bonsai gaya ini dicirikan dengan tanaman yang tumbuh di atas karang atau batu dengan akar yang menjalar turun sampai ke tanah pada pot. Sebaiknya dipilih batu yang berpori kasar, bercelah-celah dan mempunyai bentuk menarik serta berwarna tidak terlalu cerah. Pohon dengan gaya dasar apapun atau dengan variasi gaya yang lain dapat ditanam di atas batu, namun sebagai bahan bonsai gaya ini harus digunakan tanaman yang sehat dan mempunyai akar yang cukup panjang.

Terdapat tiga macam variasi dari gaya ini apabila dilihat dari bentuk batunya yaitu:
  • Batu tegak atau berbentuk gunung
  • Batu datar atau berbentuk pulau
  • Batu berbentuk huruf L

5. Menonjolkan akar/ neagari/ exposed root


Bonsai gaya ini dicirikan dengan akar-akarnya yang terlihat menonjol. Gaya ini menggambarkan tanaman yang tumbuh di pantai, rawa-rawa atau tebing sungai yang terkena erosi sehingga akar-akarnya menonjol dan bahkan seolah menjadi batang utamanya.

6. Cabang runduk/ shidare zukuri / weeping


Bonsai dengan gaya ini memiliki ciri-ciri yaitu mempunyai cabang-cabang dan ranting yang runduk ke bawah.

7. Melingkar/ bankan/ coiled


Bonsai dengan gaya ini dicirikan dengan bentuk batang melingkar atau berbentuk spiral dari pangkal ke ujung.

8. Bebas/ bunjin / free style


Bonsai gaya ini merupakan gaya yang bebas, norma-norma bonsai pada umumnya ditinggalkan dan yang terpenting adalah ekspresi dari si pembuat bonsai yang sering diilhami oleh huruf-huruf kanji. Ciri utama dari gaya ini yaitu sebuah pohon tua yang berbentuk sedemikian rupa sebagai akibat dari tempaan cuaca yang sangat ganas.
 
Copyright © 2015 Windeloves. Designed by Windeloves - Published By Tapanuli Utara